Welcome to Dbx Room , Jangan lupa kasih saran dan komentarnya , terima kasih

Senin, 24 Maret 2014

Review Film After Earth

Karena Planet Bumi tak bisa lagi untuk di huni akibat kehancuran yang di timbulkan oleh manusia itu sendiri, didirikanlah badan serikat prajurit yang merupakan usaha militer untuk mengevakuasi manusia dari Bumi ke kediaman umat manusia yang baru, Planet itu di beri nama Nova Prime.
Tetapi manusia tak sendiri, alien yang tidak senang dengan kedatangan manusia mengirimkan monster pembunuh bernama Ursa, mereka benar-benar buta dan tuli. Ursa merasakan keberadaan manusia melalui feromon (zat yang di hasilkan manusia saat merasakan ketakutan), mereka benar-benar bisa merasakan ketakutan itu dan sekali lagi manusia terancam punah.
Prajurit lah yang di andalkan untuk mengatasi masalah ini, tetapi itupun tak cukup karena untuk membunuh Ursa, prajurit harus menguasai Ghosting. Hanya ada satu orang yang menguasai Ghosting yaitu komandan tertinggi prajurit Chyper Raige. Ghosting adalah kemampuan untuk tidak merasakan ketakutan sama sekali terhadap apapun, tentu saja itu adalah hal yang paling di butuhkan untuk membunuh Ursa.

Untuk pelatihan, prajurit akan di bawa ke planet Iphitos untuk menjalani tes terakhir sebagai prajurit dengan membawa satu Ursa yang akan di lepaskan di Iphitos, dan prajurit harus bisa membunuh Ursa tersebut untuk menyelesaikan tes terakhir. Walaupun Kitai (putra dari Chyper Raige) tidak lolos dalam ujian dia tetap di bawa ke Iphitos atas seijin ayahnya.
Pesawat yang membawa para prajurit menuju Iphitos mengalami masalah dalam perjalanan karena badai asteroid. Segala cara di lakukan namun tetap sulit untuk menghindari badai asteroid yang terlalu dahsyat. Pesawat pun mengalami kerusakan total karena menabrak batu asteroid, sehingga di putuskan untuk melakukan perjalanan lubang cacing dengan koordinat lycia. Koordinat tersebut adalah tempat yang dekat dengan planet Bumi. Keadaan pesawat yang sudah tidak mungkin lagi untuk meneruskan perjalanan terpaksa harus mendarat di Planet Bumi yang sudah tidak aman lagi bagi manusia. Karena mendarat dalam keadaan rusak total pesawat pun hancur dan terbagi menjadi dua bagian. Masing masing bagian pesawat yang terpisah itu berjarak 100 km. Semua awak pesawat meninggal dalam pendaratan tersebut dan hanya Kitai dan ayahnya (Raige) yang selamat. Walupun masih selamat, Raige mengalami patah tulang. Keadaan semakin bertambah sulit karena suar yang di gunakan untuk mengirim sinyal bantuan mengalami kerusakan. Satu-satunya cara yang bisa di lakukan adalah mengambil suar cadangan yang ada di bagian ekor pesawat yang terpisah tadi, sehingga untuk mengambilnya harus menempuh jarak 100 km dengan berjalan kaki.
Di sinilah cerita yang sesungguhnya di mulai. Karena Raige mengalami patah tulang, Kitai lah yang akhirnya harus menempuh jarak 100 km untuk mengambil suar darurat. Perjalanan yang di tempuh tidaklah mudah, keadaan bumi yang tak sama lagi seperti dulu sudah tidak mempunyai oksigen, setiap malam bumi membeku dan hanya ada beberapa tempat yang tetap hangat, hewan-hewan juga telah berevolusi untuk membunuh manusia. Dengan sedikit ragu Kitai tetap berangkat dengan berbekal senjata semacam tombak, baju keselamatan, 6 ampul ( penyaring udara untuk meningkatkan penyerapan oksigen), dan anti toksin.
Hal yang pertama di rasakan kitai saat pertama kali menginjakkan kakinya di tanah bumi adalah badannya terasa lebih berat karena gravitasi bumi berbeda dengan nova prime. Dia memulai perjalanan dengan memanjat tebing agar tidak perlu memutar, sampai di atas tebing Kitai terkagum-kagum dengan bumi yang terlihat begitu indah dari atas tebing.

Setiap malam bumi akan membeku, karena itulah Kitai harus mencapai titik – titik panas bumi setiap senja sebelum malam hari. Di tengah hutan kitai menemui gerombolan babon yang kemudian mengejarnya karena kitai telah menyerang salah satu dari mereka. Kitai harus mencapai seberang sungai agar terhindar dari serangan babon – babon tersebut. Tanpa di sadari seekor lintah beracun yang berasal dari sungai menggigit tangan kirinya, racun menyebar dengan cepat di tubuh Kitai, dalam keadaan setengah lumpuh dan kehilangan penglihatannya, dengan kesulitan Kitai harus menyuntikkan anti toksin ke jantungnya. Anti toksin berhasil menghilangkan racun dari tubuhnya, namun Kitai harus beristirahat sejenak agar anti toksin bekerja. Setelah terbangun Kitai harus bergegas menuju titik hangat bumi sebelum malam tiba dengan waktu yang sangat singkat karena waktu nya telah banyak terbuang untuk istirahat, dalam waktu kurang dari 50 menit Kitai berhasil mencapai jarak 9,7 km dan dia pun berhasil mencapai titik hangat sebelum malam tiba. Kitai menyadari bahwa dari 5 ampul yang belum terpakai 2 ampul di antaranya sudah pecah dan tidak bisa di pakai sehingga hanya tersisa 3 ampul dan kemudian di pakainya lagi 1 ampul jadi hanya tersisa 2 ampul, padahal perjalanan masih sangat panjang. Karena yang tersisa hanya 2 ampul maka dia memutuskan untuk mengambil jalan pintas. Untuk mengambil jalan pintas dia melompat dari atas air terjun dan terbang menggunakan sayap yang ada di pakaian yang dia gunakan. Saat terbang dia tertangkap oleh burung elang raksasa yang mengejarnya untuk di jadikan makanan bagi anak-anak burung itu. Sesampainya di sarang, Kitai yang seharusnya menjadi makanan bagi anak-anak burung tersebut berbalik menolong dari serangan macan yang akan memangsa anak-anak burung tersebut. Perjalanan kembali di lanjutkan dan 2 ampul yang tersisa sudah terpakai, kini Kitai benar-benar harus bergegas mencapai ekor pesawat.
Malam sudah tiba dan Kitai tidak berhasil mencapai titik hangat bumi, dia pun terkapar kedinginan. Beruntung baginya, burung yang yang menangkapnya tadi mengorbankan nyawanya untuk menolong Kitai sebagai balas budi karena telah menolong anak-anak nya dari serangan macan. Di pagi hari setelah terbangun Kadar oksigen di paru-parunya semakin menipis karena ampul yang di pakainya mulai habis. Dengan terengah - engah Kitai melanjutkan perjalanan menuju ekor pesawat yang sudah nampak dari kejauhan. Akhirnya Kitai berhasil mencapai ekor pesawat dan kemudian mengambil ampul yang ada di bagian peralatan ekor pesawat, nyawanya pun terselamatkan.
Di situ Kitai menemui kurungan Ursa yang sudah terbuka, dengan kata lain Ursa telah lepas. Keadaan semakin memburuk di mana suar cadangan tidak bisa di gunakan karena lapisan ion di atmosfer tempatnya berdiri menimbulkan gangguan listrik. Untuk menghidupkan suar darurat Kitai harus menuju puncak gunung berapi yang ada di sebelah utara. Di tengah perjalanan menuju puncak gunung Kitai menemui Ursa. Dia pun harus melarikan diri dari Ursa tersebut hingga sampai puncak gunung, tetapi Ursa berhasil menangkapnya sesampainya di puncak gunung. Kitai pun di buat tak berdaya oleh Ursa tetapi dalam keadaan itu Kitai berhasil menguasai Ghosting. Ursa menjadi buta sekarang dan Kitai berhasil membunuh Ursa tersebut. Suar akhirnya bisa di gunakan sehingga Cypher dan Kitai dapat di jemput oleh tim penyelamat.



Pesan Moral :

-          Jagalah Bumi karena penyebab utama kerusakan bumi sebenarnya bukan asteroid atau meteor melainkan manusia itu sendiri
Ketakutan itu tidak nyata, satu-satunya tempat dimana ada ketakutan adalah dalam pikiranmu akan masa depan. Ketakutan hanya khayalan yang membuat kita takut pada suatu hal yang mungkin atau bahkan tak akan pernah terjadi

0 komentar:

Posting Komentar

Welcome to Dbx Room , Jangan lupa kasih saran dan komentarnya , terima kasih