Karena Planet Bumi tak bisa lagi untuk di huni akibat kehancuran yang
di timbulkan oleh manusia itu sendiri, didirikanlah badan serikat prajurit yang
merupakan usaha militer untuk mengevakuasi manusia dari Bumi ke kediaman umat
manusia yang baru, Planet itu di beri nama Nova Prime.
Tetapi manusia tak sendiri, alien yang tidak senang dengan kedatangan
manusia mengirimkan monster pembunuh bernama Ursa, mereka benar-benar buta dan
tuli. Ursa merasakan keberadaan manusia melalui feromon (zat yang di hasilkan
manusia saat merasakan ketakutan), mereka benar-benar bisa merasakan ketakutan
itu dan sekali lagi manusia terancam punah.
Prajurit lah yang di andalkan untuk mengatasi masalah ini, tetapi itupun
tak cukup karena untuk membunuh Ursa, prajurit harus menguasai Ghosting. Hanya
ada satu orang yang menguasai Ghosting yaitu komandan tertinggi prajurit Chyper
Raige. Ghosting adalah kemampuan untuk tidak merasakan ketakutan sama sekali
terhadap apapun, tentu saja itu adalah hal yang paling di butuhkan untuk
membunuh Ursa.
Untuk pelatihan, prajurit akan di bawa ke planet Iphitos untuk
menjalani tes terakhir sebagai prajurit dengan membawa satu Ursa yang akan di
lepaskan di Iphitos, dan prajurit harus bisa membunuh Ursa tersebut untuk
menyelesaikan tes terakhir. Walaupun Kitai (putra dari Chyper Raige) tidak
lolos dalam ujian dia tetap di bawa ke Iphitos atas seijin ayahnya.
Pesawat yang membawa para prajurit menuju Iphitos mengalami masalah
dalam perjalanan karena badai asteroid. Segala cara di lakukan namun tetap
sulit untuk menghindari badai asteroid yang terlalu dahsyat. Pesawat pun
mengalami kerusakan total karena menabrak batu asteroid, sehingga di putuskan
untuk melakukan perjalanan lubang cacing dengan koordinat lycia. Koordinat
tersebut adalah tempat yang dekat dengan planet Bumi. Keadaan pesawat yang
sudah tidak mungkin lagi untuk meneruskan perjalanan terpaksa harus mendarat di
Planet Bumi yang sudah tidak aman lagi bagi manusia. Karena mendarat dalam
keadaan rusak total pesawat pun hancur dan terbagi menjadi dua bagian. Masing
masing bagian pesawat yang terpisah itu berjarak 100 km. Semua awak pesawat
meninggal dalam pendaratan tersebut dan hanya Kitai dan ayahnya (Raige) yang
selamat. Walupun masih selamat, Raige mengalami patah tulang. Keadaan semakin
bertambah sulit karena suar yang di gunakan untuk mengirim sinyal bantuan
mengalami kerusakan. Satu-satunya cara yang bisa di lakukan adalah mengambil
suar cadangan yang ada di bagian ekor pesawat yang terpisah tadi, sehingga
untuk mengambilnya harus menempuh jarak 100 km dengan berjalan kaki.
Di sinilah cerita yang sesungguhnya di mulai. Karena Raige mengalami
patah tulang, Kitai lah yang akhirnya harus menempuh jarak 100 km untuk
mengambil suar darurat. Perjalanan yang di tempuh tidaklah mudah, keadaan bumi
yang tak sama lagi seperti dulu sudah tidak mempunyai oksigen, setiap malam
bumi membeku dan hanya ada beberapa tempat yang tetap hangat, hewan-hewan juga
telah berevolusi untuk membunuh manusia. Dengan sedikit ragu Kitai tetap
berangkat dengan berbekal senjata semacam tombak, baju keselamatan, 6 ampul (
penyaring udara untuk meningkatkan penyerapan oksigen), dan anti toksin.
Hal yang pertama di rasakan kitai saat pertama kali menginjakkan kakinya
di tanah bumi adalah badannya terasa lebih berat karena gravitasi bumi berbeda
dengan nova prime. Dia memulai perjalanan dengan memanjat tebing agar tidak
perlu memutar, sampai di atas tebing Kitai terkagum-kagum dengan bumi yang
terlihat begitu indah dari atas tebing.
Setiap malam bumi akan membeku, karena itulah Kitai harus mencapai
titik – titik panas bumi setiap senja sebelum malam hari. Di tengah hutan kitai
menemui gerombolan babon yang kemudian mengejarnya karena kitai telah menyerang
salah satu dari mereka. Kitai harus mencapai seberang sungai agar terhindar
dari serangan babon – babon tersebut. Tanpa di sadari seekor lintah beracun
yang berasal dari sungai menggigit tangan kirinya, racun menyebar dengan cepat di
tubuh Kitai, dalam keadaan setengah lumpuh dan kehilangan penglihatannya,
dengan kesulitan Kitai harus menyuntikkan anti toksin ke jantungnya. Anti
toksin berhasil menghilangkan racun dari tubuhnya, namun Kitai harus
beristirahat sejenak agar anti toksin bekerja. Setelah terbangun Kitai harus
bergegas menuju titik hangat bumi sebelum malam tiba dengan waktu yang sangat
singkat karena waktu nya telah banyak terbuang untuk istirahat, dalam waktu
kurang dari 50 menit Kitai berhasil mencapai jarak 9,7 km dan dia pun berhasil
mencapai titik hangat sebelum malam tiba. Kitai menyadari bahwa dari 5 ampul
yang belum terpakai 2 ampul di antaranya sudah pecah dan tidak bisa di pakai
sehingga hanya tersisa 3 ampul dan kemudian di pakainya lagi 1 ampul jadi hanya
tersisa 2 ampul, padahal perjalanan masih sangat panjang. Karena yang tersisa
hanya 2 ampul maka dia memutuskan untuk mengambil jalan pintas. Untuk mengambil
jalan pintas dia melompat dari atas air terjun dan terbang menggunakan sayap
yang ada di pakaian yang dia gunakan. Saat terbang dia tertangkap oleh burung
elang raksasa yang mengejarnya untuk di jadikan makanan bagi anak-anak burung
itu. Sesampainya di sarang, Kitai yang seharusnya menjadi makanan bagi
anak-anak burung tersebut berbalik menolong dari serangan macan yang akan
memangsa anak-anak burung tersebut. Perjalanan kembali di lanjutkan dan 2 ampul
yang tersisa sudah terpakai, kini Kitai benar-benar harus bergegas mencapai
ekor pesawat.
Malam sudah tiba dan Kitai tidak berhasil mencapai titik hangat bumi,
dia pun terkapar kedinginan. Beruntung baginya, burung yang yang menangkapnya
tadi mengorbankan nyawanya untuk menolong Kitai sebagai balas budi karena telah
menolong anak-anak nya dari serangan macan. Di pagi hari setelah terbangun
Kadar oksigen di paru-parunya semakin menipis karena ampul yang di pakainya
mulai habis. Dengan terengah - engah Kitai melanjutkan perjalanan menuju ekor
pesawat yang sudah nampak dari kejauhan. Akhirnya Kitai berhasil mencapai ekor
pesawat dan kemudian mengambil ampul yang ada di bagian peralatan ekor pesawat,
nyawanya pun terselamatkan.
Di situ Kitai menemui kurungan Ursa yang sudah terbuka, dengan kata
lain Ursa telah lepas. Keadaan semakin memburuk di mana suar cadangan tidak
bisa di gunakan karena lapisan ion di atmosfer tempatnya berdiri menimbulkan
gangguan listrik. Untuk menghidupkan suar darurat Kitai harus menuju puncak
gunung berapi yang ada di sebelah utara. Di tengah perjalanan menuju puncak
gunung Kitai menemui Ursa. Dia pun harus melarikan diri dari Ursa tersebut
hingga sampai puncak gunung, tetapi Ursa berhasil menangkapnya sesampainya di
puncak gunung. Kitai pun di buat tak berdaya oleh Ursa tetapi dalam keadaan itu
Kitai berhasil menguasai Ghosting. Ursa menjadi buta sekarang dan Kitai
berhasil membunuh Ursa tersebut. Suar akhirnya bisa di gunakan sehingga Cypher
dan Kitai dapat di jemput oleh tim penyelamat.
Pesan Moral :
-
Jagalah Bumi karena penyebab utama kerusakan
bumi sebenarnya bukan asteroid atau meteor melainkan manusia itu sendiri
Ketakutan itu tidak nyata, satu-satunya tempat dimana
ada ketakutan adalah dalam pikiranmu akan masa depan. Ketakutan hanya khayalan
yang membuat kita takut pada suatu hal yang mungkin atau bahkan tak akan pernah
terjadi
Posted in
|
0 komentar:
Posting Komentar