Welcome to Dbx Room , Jangan lupa kasih saran dan komentarnya , terima kasih

Selasa, 28 Oktober 2014

Terserah, Dalam Benakku Inilah Musik

Terserah, Dalam Benakku Inilah Musik

Musik, bukan hanya sekedar penghibur. Aku selalu merasa kalau ada hal lain di situ yang sulit sekali untuk di jelaskan. Kebanyakan orang selalu mendefinisikan dengan kalimat seperti, musik adalah hal yang... atau, musik adalah suatu... dan sebagainya. Menurutku kalimat semacam itu selalu membosankan dan terkadang tidak efisien. Bayangkan ketika seseorang membaca penjelasan seperti itu mereka tetap harus berpikir tentang maksud dari kalimat tersebut. Kenapa kalimat atau kata yang di sebut pen”jelas”an tetap memaksa kita untuk berfikir keras, padahal penjelasan berawal dari kata “jelas”. Nah, dari alasan itu dan juga karena untuk mebuat suatu penjelasan itu susah. Kosakata di otakku juga masih kurang. Kalau begitu akan aku ceritakan, musik dari sudut pandangku dan juga pengalamanku sama musik.

Aku bukan anak yang lahir dari keluarga musisi layaknya Kevin Aprilio. Namun semua anggota keluargaku tau caranya bermusik meskipun itu tidak lebih dari sekedar bermain gitar dan bernyanyi. Paling tidak aku lahir bukan di tengah keluarga yang buta nada. Menurutku, Bapak adalah penyayi yang lumayan, dia sering nyanyi lagu tembang kenangan kalau pas pegang gitar. Ibuk juga, aku pernah dengar dia nyanyi dan suaranya juga lumayan, apalagi dia sering kasih komentar kalau lagi nonton acara pencarian bakat menyanyi di TV. Walaupun komentarnya nggak jelas, tapi paling nggak itu menunjukkan kalau ibuk punya passion di musik. Kakakku yang dulu sering banget main gitar waktu aku masih SD dan itu juga yang bikin aku minta di beliin gitar sama ibuk karena sering denger kakakku jrang jreng jrang jreng di kamar dan seingatku harga gitarnya 100 ribu. Gitar sederhana namun benar-benar bernilai dan bersejarah. Tapi gitarnya sudah hancur sekarang dan hilang entah kemana di telan bumi. Katanya bersejarah tapi kok di biarin hilang?hehe. Benda bersejarah tidak harus di simpan di museum kan? Kadang mereka hanya memajang replikanya di sana. Mungkin aku juga akan melakukan itu suatu hari nanti.

Semenjak aku mempunyai gitar pertamaku belum pernah ada yang mengajarkanku secara langsung kecuali Mas-mas penjaga salah satu studio musik di jepara, yang biasa aku panggil Mas Pur. Dia mengajariku bermain bass dengan benar, yaaa memang bukan gitar. Tapi mas pur lah yang mengajariku teori dan yang paling penting dialah yang membuat jari-jariku lebih lincah bermanuver di atas senar (senam jari). kalau aku nggak pernah ketemu mas Pur sudah di pastikan jari-jariku akan tetap kaku seperti dulu. Dan guru keduaku, yang juga kalian semua mengenalnya, namanya Youtube.

Aku sudah mengenal gitar sejak SD dan aku juga sudah mulai bisa memainkannya sejak saat itu. Namun di SMP aku mulai mengenal alat musik lain, semenjak ada temanku yang mengajakku membuat sebuah band di sekolah. Nama bandku waktu itu, Justify. Menurutku nama itu cukup keren dan terdengar bagus saat di ucapkan. Bahkan sampai sekarang aku masih berfikir seperti itu. Di Justify aku adalah seorang bassist. Kenapa memilih bass? Entahlah. Saat itu aku hanya berfikir kalau bass adalah alat musik yang suaranya empuk. Hahh empukkk? Alasan yang memang terdengar aneh, tapi percayalah aku serius. Setelah itu aku merasa ada ikatan yang kuat antara aku dengan bass. Bahkan di SMA setelah aku punya band baru (Continue) aku masih memilih untuk jadi bassist.

Pada dasarnya semua alat musik itu satu. Untuk beberapa orang yang hanya sibuk dengan satu alat musik mungkin nggak ngerti sama ucapanku itu. Tapi mereka yang bisa memainkan beberapa alat musik akan bilang “heem bener banget”. Saat kamu tau cara memainkan satu alat musik dengan dengan pemahaman yang benar di situ kamu akan merasakan sesuatu di dadamu, mereka selalu bilang “Hati”. Padahal hati itu kan organ penghasil empedu ya? Tapi kenapa mereka selalu bilang “Hati” untuk mewakili rasa, dan jujur menurutku kata “hati” tidak terlalu cocok untuk di pakai. Mungkin kita perlu menyepakati kata baru untuk di tulis di kamus Bahasa Indnonesia. Nah, dari hati menuju ke otak dan muncullah teori. Aku berpendapat kalau teori musik lahir dengan proses semacam itu. Aku berani klaim, beberapa dari kalian pasti akan sependapat dengan hal tersebut.

Memang belum pasti, sebenarnya feeling bermusik itu muncul dari bakat atau memang bisa di latih. Karena faktanya ada beberapa orang yang benar-benar buta nada dan mereka bernyanyi dengan membabi buta tanpa rasa, tetapi ada beberapa manusia jenius seperti  Pianist cilik dari amerika yang bisa menirukan apapun yang dimainkan ayahnya dengan sekali mendengar. Padahal anak yang aku lupa namanya itu (catatan: aku pernah menontonnya di TV) tidak pernah belajar bermain piano sebelumnya, tetapi dia memang punya kepekaan terhadap suara yang luar biasa. Ada kalanya aku selalu iri dengan orang-orang jenius. Karena jenius itu bukan sesuatu yang bisa di latih. Memangnya ada pelatihan atau semacam les yang mengajarkan seseorang untuk menjadi jenius. Itu sama saja ketika kamu mendengar kabar kalau ada seekor gajah yang terbang. Konyol sekali kalau memang ada.

Tapi musik itu menurutku indahnya woww bajirut uasemm temenan. Nah itulah saking indahnya yang keluar malah kata-kata semacam itu. Tapi aku nggak bermaksud lebay lho ya. Coba aja kalian pikir, seni sama matematika di jadiin satu di musik. Coba lihat ini.

c=1 d=2 e=3 f=4 g=5 a=6 b=7 .....

Major : 1 - 3 - 5
Minor (m) : 1 - 3b - 5
Major7 (Maj7) : 1 - 3 - 5 - 7
Minor7 (m7) : 1 - 3b - 5 - 7b
Dominant7 (7) : 1- 3 - 5 - 7b
7b5 (7-5) : 1 - 3 - 5b - 7b
7#5 (7+5) : 1 - 3 - 5# - 7b
m7b5 (m7-5) : 1 - 3b - 5b - 7b
7b9 (7-9) : 1 - 3 - 5 - 7b - 9b
6 : 1 - 3 - 5 - 6
Minor6 (m6) : 1 - 3b - 5 - 6
69 : 1 - 3 - 5 - 6 - 9
9 : 1 - 3 - 5 - 7b - 9
Minor9 (m9) : 1 - 3b - 5 - 7b - 9
Major9 (Maj9) : 1 - 3 - 5 - 7 - 9
Add9 : 1 - 3 - 5 - 9
11 : 1 - 3 - 5 - 7b - 9 - 11
Minor11 (m11) : 1 - 3b - 5 - 7b - 9 - 11
13 : 1 - 7b - 9 - 11 - 13
sus2 : 1 - 2 - 5
sus4 : 1 - 4 - 5
diminished (dim) : 1 - 3b - 5b
diminished7 (dim7) : 1 - 3b - 5b - 6
Augmenthed (aug) : 1 - 3 - 5#



yang di atas itu adalah rumus penentu chord. Dalam hal ini chord C. Beberapa dari kalian yang udah bisa main gitar mungkin  nggak sadar kalau chord yang kalian hafalin bentuknya itu sebenarnya mempunyai pola. Kalau rumus matematika di buku itu bisu, kalau rumus yang ini bisa berbunyi. Dan yang di atas itu cuma chord aja, akan lebih rumit lagi kalau aku bahas scale untuk permainan solo ataupun lainnya yang mungkin belum aku pahami.

Itu semua melebur jadi satu dengan apa yang aku sebut feeling bermusik. Percayalah, musik itu nggak se-simple yang kalian lihat. kalian akan benar-benar mencintai musik setelah memahami dunia musik. Dan jangan heran kalau ada banyak pecinta musik termasuk aku yang rela membeli alat musik dengan harga yang jor joran, nonton konser dengan tiket yang nggak murah, punya style sesuai aliran musik yang di sukainya dan sebagainya. Itu semua karena darah kita sudah terlanjur di racuni sama musik dan nggak akan pernah bisa sembuh.  

Kamis, 27 Maret 2014

Bootable Flash Disk Menggunakan Rufus

Ini software namanya Rufus, buat apa? buat bikin bootable. kalian yang mungkin lagi rusak laptopnya atau udah bosen sama tampilan OS kalian yang lama dan pengen ganti OS baru . Lebih baik pake si Rufus ini aja buat bikin bootablenya, recommended deh pokoknya. soalnya si rufus ini udah lama aku pake buat bikin bootable dan nggak pernah ada bug atau error.
ini aku kasih tutorialnya.

kalian download dulu rufusnya di sini . habis kalian install rufusnya nanti bakal ada penampakan kayak yang di bawah ini.


pilih devicenya (Flash disk yang mau di pake) trus jangan lupa file sysytem di ganti ke NTFS ,soalnya fat32 cuma maksimal kapasitas 4gb.
terus klik aja iso imagenya.



open, terus Start. tunggu sampai proses selesai. sip udah gitu aja ya oke.



Senin, 24 Maret 2014

Hidup Kedua (nulis waktu masih Kelas 10)



Jadi dulu waktu kelas 10 ada tugas di suruh buat cerpen , tau sendiri kan kalau umur segitu lagi dalam fase masih "Alay" kata si Radit. Dan ini Bukti kalau omongannya si Radit itu nggak salah. Mungkin buat yang masih alay dan lagi di suruh Guru Bahasa Indonesia kalian buat tugas juga aku yakin ini bakal sangat bermanfaat soalnya kalian tinggal copas aja udah gitu dapat nilai.


Hidup Kedua

Pagi itu cuaca terlihat sedikit mendung walaupun tidak hujan . aku bersama 3 temanku Darma,Setia,dan Sapto memutuskan untuk segera berangkat ke tujuan kita yang sudah beberapa hari yang lalu kita rencanakan bersama . Air terjun  Grenjengan , begitulah mereka menyebutnya. Air  terjun bertinggi sekitar 25 meter  tersebut , berada di Gunung Genuk , dan itulah tempat tujuan kami , tempat tersebut memang tidak terlalu jauh dari Desa Banyumanis tempat tinggalku , mungkin untuk ukuran orang yang jarang berjalan jauh tempat tersebut bisa di bilang jauh dari tempat tinggalku , tetapi karena kami sudah terbiasa hidup di desa dari kecil tentu kami sudah sering berjalan jauh melewati batuan-batuan alam dan berbagai macam tumbuhan berduri yang kadang membuat telapak kaki ini merasa tersiksa .
Perjalanan kami di mulai dari rumah Setia tanpa membawa apapun di kantong kami kecuali sebuah parang milik Setia yang akan kami gunakan untuk membersihkan semak-semak yang menghalangi jalan kami . Kami memang sama-sama memiliki satu hobi yang sama yaitu tertawa riang dalam canda khas kami berempat , karena itu tentu saja perjalanan kami selalu di penuhi canda dan tawa.
“Hei lihat , apa itu lintah ?”Tanya Setia.
                  “Benar , itu memang lintah !” Jawab Ku.
“Mungkin kita bisa menjadikannya menu sarapan untuk pagi ini karena aku sedikit lapar , hah !”
  Sapto bergurau.
                 “Ya , itu ide bagus , mungkin jika di semur akan lebih enak !”Kata Bagus.
“Apa ada yang lebih waras di sini ?  masak lintah di semur , salah kamu ! lintah itu di goreng !”
  Kata Ku bercanda.
“Memang udah ga’ ada yang waras , masak lintah mau di goreng , yang serius kenapa ! bakar
  Aja udah !”Kata Setia.
“Kesimpulannya kita berempat memang ga’ ada yang waras !”Kata Bagus.
”O iya aku lupa , hehe !”Kata Ku.


Di tengah canda kami , kami mendengar suara gemuruh air yang tampaknya jumlahnya begitu banyak . Saat kami keluar dari semak yang begitu tebal , kami seketika terhenti sejenak karena terkagum-kagum dengan pesona sumber suara yang kami dengar tadi . Akhirnya kami sampai di tempat tujuan kami , air terjun Grenjengan itu memang mempesona seperti apa yang di katakan banyak orang . Tempat ini memang tidak banyak orang mengetahuinya karena itulah tempat ini masih sangat alami tanpa ada sampah plastik yang tercecer .

Setelah kami puas menikmati keindahannya kami pun memutuskan untuk kembali . Di tengah perjalanan , kami melihat jalan bekas longsoran yang Nampak seperti jalan pintas bagi kami .

“Itu seperti jalan pintas !”Kata Sapto.
“Kita coba aja lewat situ , sepertinya itu ujungnya !”Kata Ku.
“Aku ragu , apa itu memang ujungnya ?”Setia agak ragu.
“Kalau pengen tau kenapa kita ga’ langsung naik.”Kata Bagus.
“Benar , kita akan segera tau saat kita di atas.”Kata Ku.

Lalu , Kita segera saja untuk melanjutkan perjalanan pulang dengan melewati jalan yang kita anggap sebagai jalan pintas itu dengan sedikit rasa ragu . Tempat itu terlihat seperti rumah mewah berkelas bagi seribu cobra dan tempat penginapan berbintang lima bagi lintah yang kehausan yang menunggu jus merah segar untuk menghilangkan rasa tak enak dalam tenggorokan mereka . Di awal perjalanan , kami seperti melintasi jalan tol , tetapi saat jalan tol yang kami lewati sudah sampai pada ujungnya  , kami menemui jalan yang keadaanya jauh berbeda dengan banyak sekali lubang dalam yang tak dapat di lewati . Ketika aku melihat bebatuan yang terlihat mendatar dari arah pandanganku , seketika aku langsung mengira bahwa itu adalah akhir dari perjalanan kami . Aku begitu bergembira saat tanganku dapat meraihnya tetapi kegembiraan ku berubah saat aku benar-benar mengetahui bahwa perkiraanku 100% salah . Kali ini aku kembali terdiam , bukan karena rasa gembira ataupun terpesona oleh keindahan air terjun yang aku lihat sebelumnya , kali ini aku terdiam oleh rasa takut oleh misteri kematian karena kami benar-benar dalam masalah yang sangat besar kali ini , kami menghentikan langkah kami dan sama-sama terdiam dan memikirkan apa yang harus kita lakukan kali ini , karena tidak mungkin bagi kita untuk kembali ke garis start , seperti anak kecil yang memanjat pohon tinggi dan tidak bisa kembali turun .

“Apa yang harus kita lakukan sekarang ?” aku memandang sekitar.
“Kita udah gak mungkin turun kan , itu mustahil !”Sapto dengan raut wajah ketakutan.
“Gak ada jalan lain selain melanjutkan perjalanan kita , jika kita sampai di atas kita akan
  Langsung bisa pulang , hanya itu satu-satunya jalan kita !”Bagus dengan sedikit rasa optimis.
“Bagus benar !”Setia menganggukkan kepalanya.
“Ok , Aku akan buat jalan ke atas terlebih dahulu , tapi nanti gantian !”Sambil melemparkan
  Batu yang aku pegang.


                Akhirnya kita semua memutuskan untuk melanjutkan perjalanan , dengan raut wajah ragu tetapi di hati berusaha untuk optimis karena kita semua tahu bahwa tidak ada jalan lain lagi . Aku berada di urutan paling depan untuk membuat jalan pendakian .
Di awal terlihat mudah tetapi semakin ke atas aku semakin kehabisan akal , dan akhirnya aku mati langkah padahal baru sebentar aku memimpin perjalanan . Terhentilah kembali langkah kami , dengan melihat sekeliling kami berusaha untuk memikirkan langkah apa yang harus kami ambil .
Tidak lama kemudian Darma tiba-tiba mengambil parang yang aku pegang dari tanganku , dengan langkah pasti dia mengambil jalan yang ada di sebelah kiri ku .
Cukup lama Darma menjadi komando kami , tetapi sepertinya kami memang benar-benar tidak beruntung hari itu , hujan lebat tiba-tiba mengguyur kami dengan begitu jalan yang kami lalui menjadi licin dan sangat berbahaya di tambah lagi dengan sudut sekitar 75 derajat .
Karena kelelahan Darma kali ini di gantikan oleh Sapto sebagai pimpinan , dengan jalan yang licin kami kembali melanjutkan perjalanan.

Sapto cukup lancar menjadi pimpinan kali ini , bahkan dia terlihat lebih lancar dari Bagus . Di bawah pimpinan Sapto kami berjalan cukup lancar tanpa halangan yang benar – benar berarti , dan akhirnya setelah cukup lama kami bisa melihat puncak jurang yang kami daki ini , walupun terlihat masih jauh dari tempat kami berdiri . di saat kami hampir sampai puncaknya , sesuatu yang buruk terjadi , Batu yang ku jadikan tumpuan tiba-tiba longsor , nasib baik ku kali ini karena tangan ku masih berpegangan pada akar pohon besar yang aku tidak tahu pasti apa nama pohon penyelamat ku itu.
Akhirnya apa yang kami tunggu dari tadi muncul juga , ujung jurang yang terlihat begitu jauh sekarang sudah dapat aku jangkau dengan tangan kanan ku , kami akhirnya bisa meluapkan kegembiraan kami di atas jurang yang mungkin saja bisa merenggut nyawa kami .
Apa yang kami alami hari itu adalah pengalaman yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup kami berempat , selalu berpikir positif adalah bekal kami berempat untuk melawan rasa takut , dalam keadaan apapun jika kita berfikir positif pasti kita juga akan mendapatkan hal positif juga .


  
 


KARYA  :DENIS Y BACHTIAR
KELAS    :X.6
   

Review Film After Earth

Karena Planet Bumi tak bisa lagi untuk di huni akibat kehancuran yang di timbulkan oleh manusia itu sendiri, didirikanlah badan serikat prajurit yang merupakan usaha militer untuk mengevakuasi manusia dari Bumi ke kediaman umat manusia yang baru, Planet itu di beri nama Nova Prime.
Tetapi manusia tak sendiri, alien yang tidak senang dengan kedatangan manusia mengirimkan monster pembunuh bernama Ursa, mereka benar-benar buta dan tuli. Ursa merasakan keberadaan manusia melalui feromon (zat yang di hasilkan manusia saat merasakan ketakutan), mereka benar-benar bisa merasakan ketakutan itu dan sekali lagi manusia terancam punah.
Prajurit lah yang di andalkan untuk mengatasi masalah ini, tetapi itupun tak cukup karena untuk membunuh Ursa, prajurit harus menguasai Ghosting. Hanya ada satu orang yang menguasai Ghosting yaitu komandan tertinggi prajurit Chyper Raige. Ghosting adalah kemampuan untuk tidak merasakan ketakutan sama sekali terhadap apapun, tentu saja itu adalah hal yang paling di butuhkan untuk membunuh Ursa.

Untuk pelatihan, prajurit akan di bawa ke planet Iphitos untuk menjalani tes terakhir sebagai prajurit dengan membawa satu Ursa yang akan di lepaskan di Iphitos, dan prajurit harus bisa membunuh Ursa tersebut untuk menyelesaikan tes terakhir. Walaupun Kitai (putra dari Chyper Raige) tidak lolos dalam ujian dia tetap di bawa ke Iphitos atas seijin ayahnya.
Pesawat yang membawa para prajurit menuju Iphitos mengalami masalah dalam perjalanan karena badai asteroid. Segala cara di lakukan namun tetap sulit untuk menghindari badai asteroid yang terlalu dahsyat. Pesawat pun mengalami kerusakan total karena menabrak batu asteroid, sehingga di putuskan untuk melakukan perjalanan lubang cacing dengan koordinat lycia. Koordinat tersebut adalah tempat yang dekat dengan planet Bumi. Keadaan pesawat yang sudah tidak mungkin lagi untuk meneruskan perjalanan terpaksa harus mendarat di Planet Bumi yang sudah tidak aman lagi bagi manusia. Karena mendarat dalam keadaan rusak total pesawat pun hancur dan terbagi menjadi dua bagian. Masing masing bagian pesawat yang terpisah itu berjarak 100 km. Semua awak pesawat meninggal dalam pendaratan tersebut dan hanya Kitai dan ayahnya (Raige) yang selamat. Walupun masih selamat, Raige mengalami patah tulang. Keadaan semakin bertambah sulit karena suar yang di gunakan untuk mengirim sinyal bantuan mengalami kerusakan. Satu-satunya cara yang bisa di lakukan adalah mengambil suar cadangan yang ada di bagian ekor pesawat yang terpisah tadi, sehingga untuk mengambilnya harus menempuh jarak 100 km dengan berjalan kaki.
Di sinilah cerita yang sesungguhnya di mulai. Karena Raige mengalami patah tulang, Kitai lah yang akhirnya harus menempuh jarak 100 km untuk mengambil suar darurat. Perjalanan yang di tempuh tidaklah mudah, keadaan bumi yang tak sama lagi seperti dulu sudah tidak mempunyai oksigen, setiap malam bumi membeku dan hanya ada beberapa tempat yang tetap hangat, hewan-hewan juga telah berevolusi untuk membunuh manusia. Dengan sedikit ragu Kitai tetap berangkat dengan berbekal senjata semacam tombak, baju keselamatan, 6 ampul ( penyaring udara untuk meningkatkan penyerapan oksigen), dan anti toksin.
Hal yang pertama di rasakan kitai saat pertama kali menginjakkan kakinya di tanah bumi adalah badannya terasa lebih berat karena gravitasi bumi berbeda dengan nova prime. Dia memulai perjalanan dengan memanjat tebing agar tidak perlu memutar, sampai di atas tebing Kitai terkagum-kagum dengan bumi yang terlihat begitu indah dari atas tebing.

Setiap malam bumi akan membeku, karena itulah Kitai harus mencapai titik – titik panas bumi setiap senja sebelum malam hari. Di tengah hutan kitai menemui gerombolan babon yang kemudian mengejarnya karena kitai telah menyerang salah satu dari mereka. Kitai harus mencapai seberang sungai agar terhindar dari serangan babon – babon tersebut. Tanpa di sadari seekor lintah beracun yang berasal dari sungai menggigit tangan kirinya, racun menyebar dengan cepat di tubuh Kitai, dalam keadaan setengah lumpuh dan kehilangan penglihatannya, dengan kesulitan Kitai harus menyuntikkan anti toksin ke jantungnya. Anti toksin berhasil menghilangkan racun dari tubuhnya, namun Kitai harus beristirahat sejenak agar anti toksin bekerja. Setelah terbangun Kitai harus bergegas menuju titik hangat bumi sebelum malam tiba dengan waktu yang sangat singkat karena waktu nya telah banyak terbuang untuk istirahat, dalam waktu kurang dari 50 menit Kitai berhasil mencapai jarak 9,7 km dan dia pun berhasil mencapai titik hangat sebelum malam tiba. Kitai menyadari bahwa dari 5 ampul yang belum terpakai 2 ampul di antaranya sudah pecah dan tidak bisa di pakai sehingga hanya tersisa 3 ampul dan kemudian di pakainya lagi 1 ampul jadi hanya tersisa 2 ampul, padahal perjalanan masih sangat panjang. Karena yang tersisa hanya 2 ampul maka dia memutuskan untuk mengambil jalan pintas. Untuk mengambil jalan pintas dia melompat dari atas air terjun dan terbang menggunakan sayap yang ada di pakaian yang dia gunakan. Saat terbang dia tertangkap oleh burung elang raksasa yang mengejarnya untuk di jadikan makanan bagi anak-anak burung itu. Sesampainya di sarang, Kitai yang seharusnya menjadi makanan bagi anak-anak burung tersebut berbalik menolong dari serangan macan yang akan memangsa anak-anak burung tersebut. Perjalanan kembali di lanjutkan dan 2 ampul yang tersisa sudah terpakai, kini Kitai benar-benar harus bergegas mencapai ekor pesawat.
Malam sudah tiba dan Kitai tidak berhasil mencapai titik hangat bumi, dia pun terkapar kedinginan. Beruntung baginya, burung yang yang menangkapnya tadi mengorbankan nyawanya untuk menolong Kitai sebagai balas budi karena telah menolong anak-anak nya dari serangan macan. Di pagi hari setelah terbangun Kadar oksigen di paru-parunya semakin menipis karena ampul yang di pakainya mulai habis. Dengan terengah - engah Kitai melanjutkan perjalanan menuju ekor pesawat yang sudah nampak dari kejauhan. Akhirnya Kitai berhasil mencapai ekor pesawat dan kemudian mengambil ampul yang ada di bagian peralatan ekor pesawat, nyawanya pun terselamatkan.
Di situ Kitai menemui kurungan Ursa yang sudah terbuka, dengan kata lain Ursa telah lepas. Keadaan semakin memburuk di mana suar cadangan tidak bisa di gunakan karena lapisan ion di atmosfer tempatnya berdiri menimbulkan gangguan listrik. Untuk menghidupkan suar darurat Kitai harus menuju puncak gunung berapi yang ada di sebelah utara. Di tengah perjalanan menuju puncak gunung Kitai menemui Ursa. Dia pun harus melarikan diri dari Ursa tersebut hingga sampai puncak gunung, tetapi Ursa berhasil menangkapnya sesampainya di puncak gunung. Kitai pun di buat tak berdaya oleh Ursa tetapi dalam keadaan itu Kitai berhasil menguasai Ghosting. Ursa menjadi buta sekarang dan Kitai berhasil membunuh Ursa tersebut. Suar akhirnya bisa di gunakan sehingga Cypher dan Kitai dapat di jemput oleh tim penyelamat.



Pesan Moral :

-          Jagalah Bumi karena penyebab utama kerusakan bumi sebenarnya bukan asteroid atau meteor melainkan manusia itu sendiri
Ketakutan itu tidak nyata, satu-satunya tempat dimana ada ketakutan adalah dalam pikiranmu akan masa depan. Ketakutan hanya khayalan yang membuat kita takut pada suatu hal yang mungkin atau bahkan tak akan pernah terjadi
Welcome to Dbx Room , Jangan lupa kasih saran dan komentarnya , terima kasih