Welcome to Dbx Room , Jangan lupa kasih saran dan komentarnya , terima kasih

Selasa, 28 Oktober 2014

Terserah, Dalam Benakku Inilah Musik

Terserah, Dalam Benakku Inilah Musik

Musik, bukan hanya sekedar penghibur. Aku selalu merasa kalau ada hal lain di situ yang sulit sekali untuk di jelaskan. Kebanyakan orang selalu mendefinisikan dengan kalimat seperti, musik adalah hal yang... atau, musik adalah suatu... dan sebagainya. Menurutku kalimat semacam itu selalu membosankan dan terkadang tidak efisien. Bayangkan ketika seseorang membaca penjelasan seperti itu mereka tetap harus berpikir tentang maksud dari kalimat tersebut. Kenapa kalimat atau kata yang di sebut pen”jelas”an tetap memaksa kita untuk berfikir keras, padahal penjelasan berawal dari kata “jelas”. Nah, dari alasan itu dan juga karena untuk mebuat suatu penjelasan itu susah. Kosakata di otakku juga masih kurang. Kalau begitu akan aku ceritakan, musik dari sudut pandangku dan juga pengalamanku sama musik.

Aku bukan anak yang lahir dari keluarga musisi layaknya Kevin Aprilio. Namun semua anggota keluargaku tau caranya bermusik meskipun itu tidak lebih dari sekedar bermain gitar dan bernyanyi. Paling tidak aku lahir bukan di tengah keluarga yang buta nada. Menurutku, Bapak adalah penyayi yang lumayan, dia sering nyanyi lagu tembang kenangan kalau pas pegang gitar. Ibuk juga, aku pernah dengar dia nyanyi dan suaranya juga lumayan, apalagi dia sering kasih komentar kalau lagi nonton acara pencarian bakat menyanyi di TV. Walaupun komentarnya nggak jelas, tapi paling nggak itu menunjukkan kalau ibuk punya passion di musik. Kakakku yang dulu sering banget main gitar waktu aku masih SD dan itu juga yang bikin aku minta di beliin gitar sama ibuk karena sering denger kakakku jrang jreng jrang jreng di kamar dan seingatku harga gitarnya 100 ribu. Gitar sederhana namun benar-benar bernilai dan bersejarah. Tapi gitarnya sudah hancur sekarang dan hilang entah kemana di telan bumi. Katanya bersejarah tapi kok di biarin hilang?hehe. Benda bersejarah tidak harus di simpan di museum kan? Kadang mereka hanya memajang replikanya di sana. Mungkin aku juga akan melakukan itu suatu hari nanti.

Semenjak aku mempunyai gitar pertamaku belum pernah ada yang mengajarkanku secara langsung kecuali Mas-mas penjaga salah satu studio musik di jepara, yang biasa aku panggil Mas Pur. Dia mengajariku bermain bass dengan benar, yaaa memang bukan gitar. Tapi mas pur lah yang mengajariku teori dan yang paling penting dialah yang membuat jari-jariku lebih lincah bermanuver di atas senar (senam jari). kalau aku nggak pernah ketemu mas Pur sudah di pastikan jari-jariku akan tetap kaku seperti dulu. Dan guru keduaku, yang juga kalian semua mengenalnya, namanya Youtube.

Aku sudah mengenal gitar sejak SD dan aku juga sudah mulai bisa memainkannya sejak saat itu. Namun di SMP aku mulai mengenal alat musik lain, semenjak ada temanku yang mengajakku membuat sebuah band di sekolah. Nama bandku waktu itu, Justify. Menurutku nama itu cukup keren dan terdengar bagus saat di ucapkan. Bahkan sampai sekarang aku masih berfikir seperti itu. Di Justify aku adalah seorang bassist. Kenapa memilih bass? Entahlah. Saat itu aku hanya berfikir kalau bass adalah alat musik yang suaranya empuk. Hahh empukkk? Alasan yang memang terdengar aneh, tapi percayalah aku serius. Setelah itu aku merasa ada ikatan yang kuat antara aku dengan bass. Bahkan di SMA setelah aku punya band baru (Continue) aku masih memilih untuk jadi bassist.

Pada dasarnya semua alat musik itu satu. Untuk beberapa orang yang hanya sibuk dengan satu alat musik mungkin nggak ngerti sama ucapanku itu. Tapi mereka yang bisa memainkan beberapa alat musik akan bilang “heem bener banget”. Saat kamu tau cara memainkan satu alat musik dengan dengan pemahaman yang benar di situ kamu akan merasakan sesuatu di dadamu, mereka selalu bilang “Hati”. Padahal hati itu kan organ penghasil empedu ya? Tapi kenapa mereka selalu bilang “Hati” untuk mewakili rasa, dan jujur menurutku kata “hati” tidak terlalu cocok untuk di pakai. Mungkin kita perlu menyepakati kata baru untuk di tulis di kamus Bahasa Indnonesia. Nah, dari hati menuju ke otak dan muncullah teori. Aku berpendapat kalau teori musik lahir dengan proses semacam itu. Aku berani klaim, beberapa dari kalian pasti akan sependapat dengan hal tersebut.

Memang belum pasti, sebenarnya feeling bermusik itu muncul dari bakat atau memang bisa di latih. Karena faktanya ada beberapa orang yang benar-benar buta nada dan mereka bernyanyi dengan membabi buta tanpa rasa, tetapi ada beberapa manusia jenius seperti  Pianist cilik dari amerika yang bisa menirukan apapun yang dimainkan ayahnya dengan sekali mendengar. Padahal anak yang aku lupa namanya itu (catatan: aku pernah menontonnya di TV) tidak pernah belajar bermain piano sebelumnya, tetapi dia memang punya kepekaan terhadap suara yang luar biasa. Ada kalanya aku selalu iri dengan orang-orang jenius. Karena jenius itu bukan sesuatu yang bisa di latih. Memangnya ada pelatihan atau semacam les yang mengajarkan seseorang untuk menjadi jenius. Itu sama saja ketika kamu mendengar kabar kalau ada seekor gajah yang terbang. Konyol sekali kalau memang ada.

Tapi musik itu menurutku indahnya woww bajirut uasemm temenan. Nah itulah saking indahnya yang keluar malah kata-kata semacam itu. Tapi aku nggak bermaksud lebay lho ya. Coba aja kalian pikir, seni sama matematika di jadiin satu di musik. Coba lihat ini.

c=1 d=2 e=3 f=4 g=5 a=6 b=7 .....

Major : 1 - 3 - 5
Minor (m) : 1 - 3b - 5
Major7 (Maj7) : 1 - 3 - 5 - 7
Minor7 (m7) : 1 - 3b - 5 - 7b
Dominant7 (7) : 1- 3 - 5 - 7b
7b5 (7-5) : 1 - 3 - 5b - 7b
7#5 (7+5) : 1 - 3 - 5# - 7b
m7b5 (m7-5) : 1 - 3b - 5b - 7b
7b9 (7-9) : 1 - 3 - 5 - 7b - 9b
6 : 1 - 3 - 5 - 6
Minor6 (m6) : 1 - 3b - 5 - 6
69 : 1 - 3 - 5 - 6 - 9
9 : 1 - 3 - 5 - 7b - 9
Minor9 (m9) : 1 - 3b - 5 - 7b - 9
Major9 (Maj9) : 1 - 3 - 5 - 7 - 9
Add9 : 1 - 3 - 5 - 9
11 : 1 - 3 - 5 - 7b - 9 - 11
Minor11 (m11) : 1 - 3b - 5 - 7b - 9 - 11
13 : 1 - 7b - 9 - 11 - 13
sus2 : 1 - 2 - 5
sus4 : 1 - 4 - 5
diminished (dim) : 1 - 3b - 5b
diminished7 (dim7) : 1 - 3b - 5b - 6
Augmenthed (aug) : 1 - 3 - 5#



yang di atas itu adalah rumus penentu chord. Dalam hal ini chord C. Beberapa dari kalian yang udah bisa main gitar mungkin  nggak sadar kalau chord yang kalian hafalin bentuknya itu sebenarnya mempunyai pola. Kalau rumus matematika di buku itu bisu, kalau rumus yang ini bisa berbunyi. Dan yang di atas itu cuma chord aja, akan lebih rumit lagi kalau aku bahas scale untuk permainan solo ataupun lainnya yang mungkin belum aku pahami.

Itu semua melebur jadi satu dengan apa yang aku sebut feeling bermusik. Percayalah, musik itu nggak se-simple yang kalian lihat. kalian akan benar-benar mencintai musik setelah memahami dunia musik. Dan jangan heran kalau ada banyak pecinta musik termasuk aku yang rela membeli alat musik dengan harga yang jor joran, nonton konser dengan tiket yang nggak murah, punya style sesuai aliran musik yang di sukainya dan sebagainya. Itu semua karena darah kita sudah terlanjur di racuni sama musik dan nggak akan pernah bisa sembuh.  
Welcome to Dbx Room , Jangan lupa kasih saran dan komentarnya , terima kasih